Kategori
Fiqih Umroh

Umroh itu Wajib atau Sunnah?

Jika Anda harus menjawab pertanyaan diatas, mungkin jawabannya adalah sunnah. Tetapi, ternyata jika ditelusuri lebih lanjut, maka ternyata jawaban tersebut kurang tepat. Kok bisa?

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Jika Anda harus menjawab pertanyaan diatas, mungkin jawabannya adalah sunnah. Tetapi, ternyata jika ditelusuri lebih lanjut, maka ternyata jawaban tersebut kurang tepat. Kok bisa?

Sebelum menelusuri lebih lanjut, sepertinya kita semua sepakat bahwa berhaji adalah wajib, bagi yang mampu, karena haji ada di rukun Islam dan sudah sering kita mendengar pembahasannya. Walaupun demikian, kita seharusnya membahas apa sebenarnya makna mampu diatas. Tapi, Insya Allah akan kita bahas di materi lain.

Pendapat Imam Syafii

Dari berbagai literatur, ternyata Imam Syafii (dimana penduduk muslim Indonesia umumya bermazhab Syafii) berpendapat bahwa Umroh itu wajib sekali seumur hidup. Dalilnya:

وَأَتِمُّواْ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّهِ

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah.” (QS. Al Baqarah: 196). Tafsir ayat ini adalah sempurnakanlah kedua ibadah tersebut. Dalil ini menggunakan kata perintah, hal itu menunjukkan akan wajibnya haji dan umroh.

Rasulullah SAW bersabda:

وبحديث عائشة رضي الله تعالى عنها قالت : « قلت : يا رسول اللّه هل على النّساء جهاد ؟ قال : نعم ، عليهنّ جهاد لا قتال فيه : الحجّ والعمرة » .

Dengan hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan ‘umroh.” (HR. Ibnu Majah no. 2901, hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani). Jika wanita saja diwajibkan ‘umroh karena itu adalah jihad bagi wanita muslimah, maka bagaimana dengan pria?