Notifikasi itu Nyebelin

Notifikasi itu Nyebelin

Awalnya, pengguna smartphone senang karena bisa membaca dan merespon email-email yang masuk walaupun sedang tidak di depan komputer. Demikian juga dengan penggunaan facebook, twitter, path, instagram dan lain-lain. Mereka sangat senang dan nyaman karena bisa menggunakan akun-akun dan berinteraksi di media-media sosial itu kapan saja, dimana saja.

Tetapi, seiring dengan kenyamanan tersebut, koneksi melalui sosial media, instant messaging dan email menjadi semakin intens dan banyak. Dengan berjalannya waktu, makin banyak grup yang diikuti. Kini hampir setiap 10 detik notifikasi via ringtone, lampu kecil dan ikon di layar smartphone semakin sering berbunyi dan muncul. Selagi pemilik smartphone tidur pun, notifikasi-notifikasi itu tidak pernah berhenti.

Jangan mau dikendalikan!

Hampir tiap 1 menit sekali, pemilik smartphone harus membuka aplikasi WhatsApp/BBM/LINE/Email/Twitter di smartphonenya. Di busway, lift, halte, waktu menunggu lampu hijau mata dan perhatian lebih sering ke smartphonenya. Bahkan pada waktu rapat, kuliah, serta seminar, smartphone tidak bisa lepas dari genggamannya. Apakah itu menggambarkan hidup Anda? Jika ya, maka Anda sudah dikendalikan oleh notifikasi-notifikasi sosial media tersebut!

Say NO to Notifications!

Sadarilah bahwa Anda punya kehidupan yang nyata. Teman-teman dan keluarga Anda ada di sekeliling Anda. Bercandalah dengan mereka. Jangan menjadi autis gara-gara notifikasi-notifikasi itu! Selain itu Anda juga memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan!

Silahkan matikan opsi notifikasi di berbagai aplikasi media sosial, instant messaging dan email di smartphone Anda. Yang paling utama adalah notifikasi di grup dan mailing-list karena biasanya berisi obrolan biasa. Namun, jika memang dianggap sangat penting, Anda bisa tetap mengaktifkan notifikasi untuk komunikasi personal.

Buat juga jadwal untuk melihat pesan-pesan yang masuk sesuai dengan beban pekerjaan Anda. Misalnya:

  • Mengecek/menjawab email: jam 09.00, 13.00, 16.00 dan 20.00
  • Berinteraksi melalui media sosial: 13.30, 16.30 dan 20.30

Selain itu, tentu saja Anda harus membatas lama waktunya. Misalnya 30 menit per sesi.

Bagaimana jika rekan-rekan Anda mengeluh bahwa pesan-pesan mereka melalui media-media sosial tersebut, terlalu lama Anda respon? Jawab saja, bahwa Anda sedang sibuk. Gitu aja kok repot!

Lama kelamaan, mereka akan mengerti kok!

 

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *