Keyboard Fisik vs Virtual, lebih produktif mana?

Keyboard Fisik dan Virtual, lebih produktif mana?

Pada jaman keemasan Blackberry, keyboard QWERTY di smartphone menjadi idola. Hampir semua merek telepon mengikutinya. Di jaman Android dan iPhone, Virtual Keyboard menjadi pilihan utama. Mana yang lebih baik?

Anda bisa menyebut saya kuno, tapi terus terang saya masih menyukai keyboard fisik. Dari jaman HP-HP China (sebelum saya mampu beli blackberry) keyboard QWERTY fisik mempercepat pengertikan SMS yang saya lakukan. Setelah pakai blackberry selama beberapa tahun, saya pindah ke Android, dan kemudian harus berganti ke keyboard virtual.

Dan ternyata, saya mengalami gagap teknologi karena pengetikan SMS, WhatsApp menjadi jauh lebih lambat. Seringkali juga salah mengetikkan kata-kata karena dilakukan “perbaikan” oleh sistem “word prediction words”. Penggantian keyboard ini membuat saya harus belajar teknologi baru lagi. Terus terang di masa transisi ini, saya sangat merindukan keyboard fisik. Di keyboard virtual ini, frekuensi menekan tombol backspace lebih sering.

Apa kelebihan keyboard fisik?

Keyboard tipe ini memiliki sentuhan fisik, sehingga pengetikan menjadi lebih tepat (paling tidak untuk saya pribadi). Selain itu, keyboard fisik tidak mengurangi ruang di layar (keyboard virtual butuh ruang di layar untuk ditampilkan). Untuk mengetik, Anda bisa juga menggunakan satu tangan saja di keyboard ini.

Kekurangannya:

  • Ukuran smartphone menjadi lebih besar
  • Lebih berisik untuk mengetik di keyboard ini

Kelebihan keyboard virtual

  • Bisa berubah ke berbagai bahasa. Anda bisa mengubah layout QWERTY (yang digunakan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia) ke layout untuk bahasa-bahasa seperti Jepang, Cina, Spanyol dan lain-lain.
  • Dengan menekan tombol ALT, Anda bisa mengganti layout ke berbagai simbol. Bahkan bisa mengganti layout ke emoticon.
  • Anda bisa memanfaatkan gesture/swipe untuk berpindah dari satu tombol ke tombol lain tanpa mengangkat jari dari layar sehingga terbentuk pola di layar untuk mengetik. Melalui teknik ini, smattphone mengenali kata-kata yang akan Anda ketikkan.

Kekurangan keyobard virtual diantaranya, karena tidak ada sentuhan fisik, Anda bisa salah mengetikkan kata-kata. Keyboard virtual juga akan mengurangi tampilan di layar.

Mana yang Anda pilih?

Pengelaman beberapa teman, keyboard virtual memperlambat produktifitas pengetikan mereka. Tetapi, untuk pengguna smartphone yang tidak pernah menggunakan keyboard fisik, kecepatan pengetikan menggunakan keyboard virtual ternyata cukup tinggi. Apalagi ditambah dengan opsi AutoCorrect yang diaktifkan.

Untuk saya pribadi, saya masih merasa keyboard fisik lebih baik karena lebih akurat. Apalagi saya hanya mengetik dengan Bahasa Indonesia dan Inggris. Beberapa blog yang saya baca, juga mengatakan hal yang sama.

Sebelum ada keyboard virtual, karena jarang salah mengetik, sistem AutoCorrect/Word Prediction belum ada di smartphone. Tetapi, kini pengguna virtual keyboard sangat tergantung dengan tambahan ini.

Jadi, keyboard mana yang lebih produktif untuk Anda?

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *